Skip to content

Kesangsian

02/08/2015
tags:

Ketika aku mulai kepakkan senyap
dan kubuka mataku dari lelap
Tiba tiba langit kembali gelap.
Melayangku, tak tau dimana kan hinggap

Langit tak mau tahu
apa yang aku rapu
Bumipun tertunduk lesu
mendengar kisah pilu

Aku memang kuat
namun hatiku tersayat
Aku bisa hebat
tapi nyawaku tinggal sesaat

Diam dan diam tak berkelakar
mulut ini terkunci rapat oleh ujar
Tak ada lagi yang wajar
dan aku hanya dianggap si mulut besar

Sakit ini takkan kuobati
biar mereka mengerti
arti kesungguhan hati
dan tak meremehkan lagi.

Putri, hamba hanya budak
bersamamu sungguh tak layak
Namun bila hati hamba ditanya
hamba kan berjuang sampai ajal tiba.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: