Skip to content

Dilematika Subuh

02/08/2015
tags:

Kumandang adzan subuh ini
menyeka rintik hujan menjadi embun.
Angin pagi diam, seakan mengerti
ada yang hilang dari perasaan

Takbir bersahutan memberi nasehat,
relakan dan tetaplah kuat.
Dzikir sujud dipucuk surau
mengalun berbisik sendu;

Fajar, kutitipkan kesungguhanku padamu,
sampaikan maafku pada senja.
Maaf karenaku hanya manusia yang penuh dosa
dan tak pandai menata hatiku.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: