Skip to content

Kelud Kalut

14/03/2014

Kau melilit hebat
serasa ingin muntah
keluarkan isi perutmu
yang telah lama bersendawa

Aku hanya mampu melihatmu
bergemuruh dengan amarah

Bagai bayi enggan susu perah
muntah dan menangis tak tentu

Banyak mulut mulut pongah
terdiam tak berkata
penuh oleh debu amarahmu
Lalu berlari ketakukan menjauh

Langit malam gelap
bercahaya merah marah
membangunkan gelisah
yang sekian lama terendap

Kau masih tetap anak kami
anak semua manusia
yang tak seharusnya ditakuti
namun dirawat semestinya

Kelud tak pernah berkelit
dan ia kan tumbuh besar
mengajari kita semua tak pelit
pada segala hal yang besar

Kelud tak pernah bergelut
dengan kata basa basi
Dan ia kan selalu memberi
tanpa harus dituntut

Kelud hanya satu
dari ratusan kelud lainnya
yang kan terus beritahu kita
apa arti kata SATU

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 20/04/2014 23:08

    Hmm.. Kalau Kelud terlalu konsisten
    Kita bisa ‘kepriben’. :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: