Skip to content

Permainan Tuhan

13/05/2013
tags:

Roda roda berputar jauh
menembus hutan
membelah gunung
sebelum menyisiri pantai
Berhenti dihamparan luas pasir

Debur-debur ombak berkelana
mencipta buih-buih asmara di laut biru
Awan-awanpun tak kalah mempesona
pada birunya langit membentuk waru

Gusaran pasir desiran angin
membalut lembut senyuman lekang
menapaki goresan kasar batu karang
menjadikan bayangan selimut kasmaran

Mata jauh memandang sebuah kebebasan
Bibir mengecup luas samudra lepas
Hati berdecak mengalun seperti ombak
berdebur keras melupakan dunia
seakan hanya ada aku dan dia.

Pada kerikil aku berserapah
Hujan tawa
Gerimis tangis
Jangan sampai pernah ada

Pada karang aku menantang
Belaian tsunami
Tarian gempa
Akan ku terima dengan kelapangan dada.

Ya Allah duniaku adalah permainanmu.
tiada yang bisa mengubah tanpa kuasamu.

Iklan
13 Komentar leave one →
  1. 13/05/2013 23:26

    Kepasrahan

  2. 14/05/2013 01:36

    belakangan ini puisinya galau deh moes..
    yang ini pasrah pada apa?

    • 14/05/2013 05:16

      Yang ini? pasrah pada semua jalan yang ditunjukkan oleh Allah. Mus sering menuliskan puisi bukan dari diri mus sendiri, melainkan dari apa yang mus lihat disekitar.

  3. 14/05/2013 09:00

    semua ini adalah permainan… dn pstinya akan diakhiri oleh yg memainkan-Nya..:)

  4. 15/05/2013 14:30

    kalau sudah bicara dan berhadapan sama alam dan sendirian pula…
    jadilah
    seakan-akan ada komunikasi yang intim dengan Sang Maha Pencipta…

  5. 18/05/2013 05:39

    (Y)

  6. 18/05/2013 05:41

    mus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: