Skip to content

Ferum

22/04/2013
tags:

Kuhanya lempengan besi
yang sering kau hujani
Tiap hari semakin menua
dan jarang kau asah
Kau terus saja menghujani
lalu buatku tak berarti

Bukan aku benci hujan
ataupun enggan dengan embun
Tapi ku juga butuh amplas keras
tuk mengusir karat karat; lepas

Aku keras, kau tahu itu
Dan hanya api yang lunakkanku
itu pula kau tahu
Dan aku tak remehkanmu
Kaupun bisa belokkanku
walau harus berjibaku

Aku besi
yang dingin olehmu
dan panas karenamu
Kau; bumi

Iklan
21 Komentar leave one →
  1. 23/04/2013 04:33

    ferum = karat?

  2. 23/04/2013 05:11

    wah mus keren sekali puisi iniiiiiiiiiii….ada ungkapan rasa dalam puisi ini mus, dalam rasa itu 🙂

  3. 23/04/2013 05:23

    Aku besi
    yang dingin olehmu
    dan panas karenamu

    dari kata sajak itu aku menangkap makna lain….ini yg bikin aku suka sama sajak mu ini Musayka

    • 23/04/2013 05:25

      Ya ya, terima kasih lho mbak laras, lama juga nie gak baca puisi mbak laras. ayo diisi blognya

      • 23/04/2013 05:26

        ngak ada puisi disana mus….sama sekali gak ada puisi 😀 hanya ada sampah

      • 23/04/2013 12:55

        Nanti pasti akan ada. 🙂

  4. 23/04/2013 14:30

    Ya ampun, ini puisi serem amat (baca: keren sangat pangkat 10 kuadrat)

  5. 24/04/2013 21:24

    #emm, aduh saya kok ndak mudeng bahasanya
    apik ms broo 😀

    • 25/04/2013 05:12

      Kok ya ada orang tidak bahasa yang saya tulis terus bilang bagus.. Ya ya terima kasih

  6. 25/04/2013 02:30

    yisha ngga paham ……….

  7. 01/05/2013 01:26

    panasnya bumi tak sepanas neraka…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: