Skip to content

Kresek

09/02/2013
tags:

Mataku merekam awan putih telanjang
menari lembut dilangit biru
tanpa sehelai plastik ataupun debu
Tak berhentiku nikmati pandang
hingga tubuhkupun terhempas berbaring
dan tubuhku mulai membeku lesu
bergumul mesra dengan debu
Tak terbawa oleh angin yang terbang

Akupun mulai bertanya
Terlalu beratkah aku?
Hingga sekantong plastik hitam
hanya mampu bersimpuh
bermandikan debu; terbenam

Wujudku semakin tenggelam
digema beduk yang tertabuh
Dan aku hanya terdiam
walau pengeras disisi telingaku
Lantang bersuara

Kini, diantara jutaan gunung sampah
masihku memandang awan awan telanjang
Seakan tak kukenali sengit matahari
yang mampu ciptakan kobaran api
dan sewaktu waktu menerjang
membakarku hingga tak berbentuk;leleh

Semakinku berselimut debu
semakin lupa tuk apa aku dicipta
Aku telah sobek tak utuh
menadahi pasir ku-pun tak bisa

Saat ini, kuhanya sehelai plastik hitam
yang menanti tuas rasa peduli
datang memabawa dan membuatku kembali
menjadi sekantong plastik putih; tak hitam

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 09/02/2013 22:45

    kresek hitam bisa di daur ulang jadi putih ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: