Skip to content

Rekonstrusi

28/01/2013
tags:

Jangan menantang matahari
bila kau hanya sekobaran api
karena api bisa saja tercipta
oleh sengit terik cahayanya

Dan jangan mengambil air sungai
dengan hanya kepalan jemari
Karena air bukanlah tuk dikepal
namun ditadahi agar terkumpul

Lawanlahlah api yang berkobar
dengan kelembutan debu
bukan dengan pukulan kayu
Dan hadapilah matahari yang bersinar
tanpa harus menoleh keatas
namun terus melangkah tanpa batas

Bambu menyapa angin
tak dengan berisik melawan
Namun berdiri menari
searah angin menghampiri
Lenggak lenggok kanan kiri
hingga angin lelah menari
Tak pernah bambu terobohkan
ataupun tumbang oleh hujan

Bambu menyapa angin
tak dengan berisik melawan
Namun berdiri menari
hingga angin lelah dan pergi

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 06/02/2013 08:38

    air bukan untuk dikepal
    bagus sekali puisinya, Mas
    sungguh
    saya suka membacanya

  2. 11/02/2013 07:28

    tahan banting yah mus….keren ini puisimuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: