Skip to content

PaHaKu

19/01/2013
tags:

Saat ini,
tatkala matahari terbit
banyak jemari ibu berlarian
menjamah cahaya sedikit terang
bersemangat menuju dunia barunya
Lupakan tangisan yang meluap

Kata katapun meluap
sumpah serapah menjelaga
menempel di dinding dinding
Piring, sendok dingin bersalaman
dengan kumis yang hobi mengeryit
sedari pagi

Esok lebih meluap lagi
kata kata terucap kilat
sambar sana-sini bergantian
Kecerdasan mulai mengering
menghadapi debu sederhana
yang hanya cukup dilap

Gotong royong hilang sekejap
digerus hak asasi dimana mana
Mulut mulut beradu taring
saling salah menyalahkan
dan semua berjalan singkat
seperti kematian meluap tak disadari.

Iklan
10 Komentar leave one →
  1. 19/01/2013 06:48

    Bagus banget puisimu… Tapi, masih berusaha menafsirkan dan memaknai judulnya..

    πŸ™‚ Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

  2. matahari_terbit permalink
    19/01/2013 08:18

    matahari terbit
    hadiiiiir *ngacung

  3. mepo permalink
    15/04/2013 09:47

    cakep syair nya vrooh πŸ˜€

    Jasa SEO

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: