Skip to content

Rindu Dendam

03/11/2012
tags:

Lamat lamat kupandangi bulan
sinarnya seakan berpesan
seperti gadis kesepian
menanti seorang pujaan
diantara bintang yang gemerlapan

Angin berkelana tanpa arah
menyampaikan kisah kisah
perawan yang tatkala gelisah
merajut kasih dengan terpisah
diantara jutaan butir gabah

Aku terdiam mengarti
apa yang ada dihati
dan akupun mengerti
Rinduku menyayat hati

Enyahlah debu debu yang beterbangan
telah lama tak kudengar nyanyian
dari putik yang biasa berkliaran
menghampiriku lalu bermesraan
dibawah awan ditengah taman
seperti mulut dan telinga berteman

Lamat lamat kupandangi bulan
sinarnya seakan berpesan
layaknya betina kesepian
menanti hadirnya pejantan

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. Larasati permalink
    04/11/2012 09:41

    lagi kangen ma pacar neh hehehe

    • 04/11/2012 11:37

      bukan mus yang sebenarnya kangen tapi bulan heheheh

      • Larasati permalink
        04/11/2012 12:26

        oh dia yg kangen sama mus hehe

  2. 04/11/2012 11:21

    Manteb dweh 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: