Skip to content

Terjebak

05/05/2012
tags:

Santri tak lagi berbebat sarung,
iapun berani menabuh perut menantang,
mengacungkan senjata
membuka jendela-jendela.

Malam boleh saja sunyi
namun ranjang tak berhenti berbunyi.

Kota santri tak lagi bercahaya lilin,
tapi sayang raganya tak lagi seperti ulin.

Ringin semakin condong ke barat,
sementara masjid semakin hari semakin pekat.

Aku beriman dan merekapun beriman,
namun entah pada tuhan
atau hanya berbisik indehoy dengan aman.

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 10/08/2012 06:16

    aduh mus gimana ya cara follow blog ini

    _hani_ rhehanluvly.multiply.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: