Skip to content

Isolasionisme

20/03/2012
tags: ,

Merpati bersembunyi
angin keributan bernyanyi
dan debu betebaran kesana kemari
Memprovokasi lalu menari-nari

Tak ada lagi air yang tenang
seakan terkuras oleh bimbang
Hal ini seringkali terjadi
dan tak lagi mengenal balas budi.

Saat ini aku memang sendiri
namun esok, ditengah waktu yang berlari
aku akan berjuang tuk berdiri
bersama mereka, pencari mentari
Melawan dingin, mengumpulkan kalori
tuk mengingkari penghafal teori

Aku bukanlah suara sumbang
yang ramai terngiang
hanya tuk kepentingan seorang

Aku bukanlah barisan demonstran
penghasil berjuta kericuhan
yang setiap hari dipertontonkan

Bukanpula aku kumpulan hewan
yang duduk digembala oleh tuan
sedari makan sampai kematian

Aku hanyalah daun daun
yang dikala hijau menyelamatkan
lalu gugur menguning, menumbuhkan

Kutuliskan ini, tak untuk kau pahami
atau bahkan kau ketahui
Karena kumengenalmu yang malas mencari
kata kata yang tak kau mengerti

Kutuliskan ini, bukan untukmu
yang tak pernah membaca fikirku
Bukan pula untukmu
yang hanya berlagak mengerti mauku.

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 20/03/2012 08:01

    bagus puisinya.
    numpang mampir ya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: