Skip to content

hutan kota

07/10/2011
tags:

Singa-singa pemakan nasi
liar menguasai kota
Dengan suara demokrasi
mereka meraung tanpa jeda

Pepohonan berlantai lantai
tak lagi mengenal foto sintesis
Dan mataharipun mengkebiri
hingga cuaca berlari-lari dramatis

Monyet-monyet berpakaian rapi
dikejar waktu setiap hari
Dan lembu lembu pembajak harta
berjalan gemulai tak kenal usia

Tanah tanah tersenyum garing
diantara carurug kencing
Dan tawa-tawa burung
tertembak lalu terkurung

Merpati putih kesetanan
mengubah gagak ikon perdamaian
Kepak kepak sayap kesurupan
menghantam segala beralaskan kebenaran

Lalu dilain ladang
Padi-padi mengering riang
Beras-beras bugil tak untuk berenang
Dan nasi hanyalah energi tuk singa tak bertaring

Kangkung kangkung merambat luas
menyelundukkan sampah-sampah
tuk simpanan di hari tua
Dan benalu semakin sulit tuk diretas

Tanam-tanaman kering keronta
mudah patah berjatuhan
dihembus angin pembangunan
Dan reboisasi hanyalah reformasi dusta

Iklan
3 Komentar leave one →
  1. 07/10/2011 21:17

    nice poem

  2. 23/12/2011 05:05

    Puisinya keren banget.
    Gelorakan terus semangat perjuangan !

    • 05/03/2012 20:39

      Semangat perjuangan yang tak pernah mati tertiup angin pembaharuan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: