Skip to content

Setiap hari, saat sore hari

16/09/2011
tags:

Seperti bunga
yang mekar dikala pagi tiba
dulu; aku selalu menunggu
Sang putik mekar jadi bunga merayuku

Setiap hari
setiap pagi

Namun saat aku mulai malu
aku bisu, lalu menjauh
dari gemerlap langit biru
Dan aku; diam terpaku
di dinding dinding malam yang beku
menyiksaku bertalu-talu

Aku tak terbuang, memang.
aku hanya sedang menghilang
mencoba melempar angan-angan belang
menjadi bintang bintang
yang kan kupetik saat sore mulai menjelang

Hujan deras karena angin
dan arus deras karena hujan
sedikit demi sedikit sampah hitam mulai tergerus
lalu lenyap membekaskan limbah limbah halus

Kembali aku pada putik
yang kan layu saat matahari mulai terik
dan angin sedang berbisiik
Menumbangkan ia jatuh terbalik

Kini aku ingin berpesan pada siapa saja
esok; dikala matamu mulai terjaga
dan melihat putik mulai berbunga
janganlah kau ragu tuk memetiknya
karena ia kan jadi sampah
dikala hari mulai senja.

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: