Skip to content

dari syahwat jadi laknat

10/04/2011
tags:

Ini adalah jiwaku
dan itu adalah syahwat
Biarlah mereka tersekat
oleh ruang tak berwaktu
tanpa harus menyatu
mengulat, lalu menggugat!

Apakah ada yang mau tahu?
saat syahwat menjelmai nafsu.
Ia kan berlalu, menjadi batu
hitam, pekat tak jemu.

Ku tulikan jiwa dari nafsu berbisik
Ku butakan rasa dari syahwat melentik
Ku bungkam raga dengan kalam sang khalik

Tak terhitung sudah pandang
menduplikat selembar syahwat,
terulang lantas terbentang
panjang mengarat.
Jadilah laknat.

Wahai jiwa yang nakal
biarlah dosa aku cekal
karena itu lebih baik
dari tobat bolak balik.

 

 

 

SABUDI ‘sastra budaya indonesia’
mari kita jag bersama!

Iklan
9 Komentar leave one →
  1. 10/04/2011 23:24

    sebenarnya nafsu itu perlu juga di dalam kehidupan kita ia kan……? dalam berumah tangga contohnya……….di dalam selera makan…dan banyak lagi……..tanpa nafsu atau enggan menurut nafsu seperti orang yg udah mau meninggal…toh…gak selera makan gak boleh tidur….parah……..dan nafsu yg dilarang juga banyak………yah namanya manusia……apa ada manusia yg tanpa nafsu? rasanya belum pernah jumpa toh…….

    Taubat yg berbolak balik pun lebih baik dari yg langsung gak mau bertaubat sampai nyawanya di cabut……auzubillahiminzalik……………

    • 12/04/2011 10:48

      Coba turuti nafsumu, misalnya.
      Makan, nafsu akan terus mengajakmu makan sampai kau kekenyangan dan tidak bisa berbuat apa karena malas. misal lagi dalam hubungan rumah tanga coba turuti nafsumu, istri harus begini nurut sama suami ketika nafsu suami tinggi sedang istri sakit apa anda akan tetap menuruti nafsu?

      makanya islam mengajari tengah tengah, paling baiknya perkara adalah tengah tengah, nafsu tidak selamanya harus dituruti dan tidak selamanya pula harus dilarang maka dari itu saya buat sajak ini

      hehehe taubat bolak balik itu lebih buruk dari taubat orang yang akan mati lalu bertaubat. lantas apa kita pernah tahu kapan kita mati? maka dari itu saya buat kalimat “biarlah dosa aku cekal “jauhi” daripada saya harus menyembuhkannya dengan taubat, karena saya tidak memastikan diri apakah ketika berbuat dosa bisa langsung bertaubat. 🙂

  2. 12/04/2011 11:02

    nafsu tidak selamanya harus dituruti dan tidak selamanya pula harus dilarang…my point actually……

    mengenai taubat bolak balik itu…yah…..pendapat yg berbeza aja ……..terpulang masing masing maunya ya inshallah………biar allah swt sebagai penilainya…..bukan kita ya………

    • 12/04/2011 11:42

      saya menilai secara logika pak, jadi kalau salah.. afwan ya.. karena menurut mus taubat bolak balik itu sangat menyakitkan *pengalaman pribadi

      • 12/04/2011 11:50

        iya saya faham……kita serahkan segala urusan kepada allah swt ya inshallah….wallahualam……..Walau bagaimana pun, saya senang dengan sajak iniTerimakasih udah upload kannya dan memberi sya peluang membacanya ya…

  3. 12/04/2011 11:53

    Owh sama sama fir, owh ya fir, anda di singapore ya? Insyaallah saya september mau ke singapore. semoga saja bisa bertemu.

  4. 12/04/2011 12:08

    bulan september ya?……bulan 9 toh…..baiklah mau mamphir gak ke rumah?…..biasa rumah orang kebayakan di singapura tingkat dua……bukan dua tingkat ya tapi tingkat dua hee eheeee……..kalau mau silakan pak……dengan senang hati saya akan meyambut tamu seperti mu……pokoknya saya juga suka sajak dan puisi……..ah udah tahulah……….pastinya.

    • 12/04/2011 12:15

      Yups insyaallah ya, anda lebih tua dari saya jadi jangan panggil saya pak hehehe..

  5. 12/04/2011 12:22

    awwwww tersilap ya heee maaf…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: