Skip to content

Lihat Saja Nanti

14/02/2011
tags:

Suara angin tak lagi didengar
tapi bisik nafas berhembus, tergesa
temani waktu yang semakin menua
dan berjalan rapuh dengan gentar

Ribuan mungkin
jutaan bahkan
daun tumbuh di ranting pepohonan
dari benih akar yang tersimpan
Melawan angin, menadahi hujan
menyapa terik matahari, demi kehidupan
sebelum tumbang di kampak ke-aku-an
dan roboh menjadi kenangan.

Bila harus sendiri tak bersama
dan rindu menemani hampa
Apa semua akan sepi dan mati?
lihat saja nanti.
Karena siksa, bukanlah derita
Dan manusia adalah rahasiaNya.

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 19/02/2011 04:05

    lihat saja nanti apa yang akan terjadi
    saat kau yakin dengan ketetapan Illahi
    lihat saja nanti apa yang akan terjadi
    bila kau menutup diri
    lihat saja nanti apa yang akan terjadi
    jika kau berlapang hati
    lihat saja nanti apa yang akan terjadi
    jika kau tersenyum dan berkata pada mentari
    Tuhan tak pernah ingkar janji

    ayo mus semangat lagi ya, seperti yang selalu kau ucapkan…Semangat! ^^

    • 19/02/2011 08:45

      wah terima kasih tambahannya indah sekali. hehehe
      Yups tetap semangat.

  2. 22/02/2011 10:16

    “karena siksa bukanlah derita..”—>mantab!!, lihat saja nanti! *kebawa suasana 😛 *

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: