Skip to content

mawar kebebasan

30/01/2011
tags:

Ketika kebebasan itu di kurung
la kan meraung meronta-ronta
dikala ia merasa bersalah.
Namun bila ia termenung
diantara kegelapan yang ada
jangan pernah, kau harap ia punah
karena ia kan terus bekembang
bila kebenaran adalah bibitnya.
Seperti mawar yang merekah
diawali dari kumbang
lalu menunggu fajar tiba
dengan kuncup mulai memerah.

 

 

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
5 Komentar leave one →
  1. 30/01/2011 14:07

    eemmmmm enak deh membacanya terasa di tekak………

  2. 01/02/2011 02:15

    iya ya lah begitu enak garing loh percayalah……

  3. 10/02/2011 09:26

    Hadir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: