Skip to content

kau gula, kau garam

07/01/2011
tags:

Manismu seperti gula
menjalari jasadku
memproduksi daging baru
lalu menjadi diriku
Kau merajutku lalu memburu
tanpa ada rasa malu
Kau cabik-cabik organku
hingga kudiam membisu

Sinismu seperti garam
memuai tak berpualam
pada hidangan santapan malam
Kau diam lalu menghujam
lidahku yang tak pernah diam
Kau adalah kristal tajam
yang lari ke usus lalu menghantam
Dengan lembut aku kau rajam
mati bernisan pualam.

Kau gula, kau garam
racun yang tak kenal diam
mewarnai hari-hariku
dari bangun sampai tidurku
Kau hitam berlapis putih
meracuni mulut tak bersirih.

 

 

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
9 Komentar leave one →
  1. 07/01/2011 03:42

    gula dan garam itu kan putih, memang ada yang hitam? hehe 🙂

  2. 07/01/2011 05:06

    mengandung zat hitam
    warnanya memang putih,, tapi kalau terlalu berlebihan
    bisa fatal dan jadi hitam dalam tubuh kita.

    • 07/01/2011 06:26

      wah…ilmu biologinya keluar..siipp…apapun yang berlebihan memang tidak baik 🙂

  3. 07/01/2011 13:15

    gula dan garam menambah selera masakan

    • 07/01/2011 13:49

      ya. namun ia juga bisa bawa penyakit..
      bukan begitu pak guru biologi?

  4. 08/01/2011 03:27

    SABUDI “sastra budaya indonesia”
    mari kita jaga bersama!

    Firman …love these….sedap di makan untuk perasa tapi terlalu banyak badan binasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: