Skip to content

sajak keluhan

18/12/2010
tags: ,

Ku ucapkan salam padamu tuhan
aku ingin mengadu.

Sajak sajakku kini, banyak berisi keluhan
dan tak pernah tahu aturan
Sajak sajakku kini, hanya cacian
atau mungkin sering berisi pujian

Tuhan, aku ingin mengadu padamu
Sajakku kini tak lagi berpadu padan
hanya terdiri dari kata-kata paksaan
Sajakku kini pandai bersedu sedan
atau bahkan tertawa pecicilan

Tuhan, aku ingin mengadu padamu
sekali lagi sajakku bercerita kekinian
dan tak lagi mengenal peradaban

Tuhan, akan ku ceritakan padamu
sajakku kini pintar mencari keuntungan
dengan teka teki membingungkan
Cerdas atau membodohkan
semua orang memberiku aplausan tangan

Tuhan, biarlah aku tetap mengadu padamu
Bila dengan sajakku kini, wanita tertaklukkan
Kenapa padamu pinta kuajukan?
Bila sajakku kini, bisa menyombongkan
Mengapa harus aku memohon pertolongan?

Tuhan, beri sedikit lagi aku waktu
tuk bercakap manis denganmu tuhan
Sajakku kini penuh keegoisan
diksi diksinya menari ke-alayan
dan iramanya penuh kesirikan
Menggerutu tak terpikirkan

Sajakku tuhan, sajak keluhan

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
4 Komentar leave one →
  1. 27/12/2010 07:19

    sajak keluhan dari orang yang kebingungan
    mencari Tuhan layaknya mencari jarum di tumpukan jerami
    sembuhlah…wahai jiwa yang menggema
    Tuhan mendengar apa yang kau keluhkan
    sedikit lagi sisa waktu yang diberikan
    sampai kapan ini semua kan kau keluhkan?

    🙂 semangati dirimu, karena itu lebih sulit dari menyemangati orang lain

    • 27/12/2010 14:26

      hehehe.. iya teteh ini juga mencoba menyemangati diri, coretan ini sebenarnya mus ajukan untuk kritikan para penulis puisi masa kini. Yang nulis puisi asal jadi seperti ngomong gak ada isinya dan rata-rata semua berisi curhatan gak mutu dengan bahasa yang acak adut. Dan coretan ini hanya bisa mus keluhkan dengan puisi pula yang mus curhatkan pada tuhan. Karena bagi mus hanya dia yang mau mendengar kritikan mus ini. Semoga menambah luasa khazanah sastra indonesia.

      • 29/12/2010 06:28

        oh..begitu mus, hehe kalau puisiku bagaimana? apakah seperti yang kau keluhkan?

      • 03/01/2011 16:17

        hahaha nilailah sendiri guru..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: