Skip to content

glamor

13/06/2010
tags:

kerlap kerlip tak jelas
mencari bekas
bertemu awas

musik memekik berdentum
tarik menarik mesum
awalnya terkulum
akhirnya dikulum

kelap kelip remang-remang
disudut lensa bergoyang-goyang
entah orang, mungkin ranjang
namanya nafsu harus dibuang

polusi telinga menari-nari
menghantam kaki kanan kiri
bertekuk lutut menyadari
jaman tak lagi mudah dikebiri

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: