Skip to content

menyapa hujan

05/05/2010
tags:

setetes
dan bertetes
gerimis menjadi deras
apa kabarmu hujan?

kau menyapa setiap hari
sedang wajah enggan menoleh padamu
datangmu seperti tak diharapkan
mengapa kau selalu salah waktu?

jendela mengembun
malu bertemu denganmu
anak kecil kini takut padamu
bisikan halilintar
cercaan guntur
menyambar telinga mereka
melarang membuka pintu
untuk sekedar menyapamu
apa kabar hujan?

Mungkin hanya orang gila
yang bersyukur akan hadirmu saat ini
sedang wajah-wajah munafik
bersembunyi di balik payung
padahal mereka merindumu dikala panas
mengapa mereka takut padamu sekarang?

saat ini kau selalu datang menyapa
bermain dengan air
menyusuri kota dan desa
berdendang sengan petir
menidurkan pepohonan
menari bersama angin..
memksa atap untuk ikut menari
Apa kau sedang sedih hujan?

hujan bosan ditertawakan
hujan ingin airmata
mensyukuri hadirnya

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: