Skip to content

gubuk reyot, orangan sawah

21/03/2010
tags:

Sapaan lembut sepoi angin
mengelus wajah dengan gabah
Duduk melamun menatap hijau
ditengah terik panas matahari
Burung gagak pencuri benih
hinggap terbang bergantian
disetiap tetesan keringat petani
Terlihat jelas disini

Gubuk reyot ditengah sawah
tempat beristirahat sejenak
melupakan lumpur kotor
menjamah kaki lalu mengering

Gubuk reyot coklat tua
Tempat sesaat melahap nasi
meninggalkan tanah kering
membasahi badan dengan gerah

Disudut pandang jauh
orangan sawah menari riang
mengusir musuh dengan senyuman
Kering diam, membisu dingin
setia menemani gubuk,
mulai pagi kembali pagi
dari tegak menjadi reyot
hingga rubuh menghilang sudah.

Gubuk reyot, orangan sawah
cinta abadi sampai mati

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
2 Komentar leave one →
  1. 22/03/2010 03:23

    mengingatkanku ketika masih di kampung halaman, begitu menyenangkannya ketika saat-saat panen

  2. 22/03/2010 06:35

    ingat pas kecil – kecil, pulang ngaji nyasar dulu kesawah bareng anak – anak laen.. 🙂
    sekarang sawahnya udah ditimbun n dibangun rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: