Skip to content

dialah wanita

06/02/2010
tags: ,

Dialah wanita
yang buatku rela tak memakan nasi
dari pagi kembali pagi

Dialah wanita
yang buatku rela tak mandi
tuk menjaganya dari haus

Dialah wanita
yang buatku rela pergi jauh bermimpi
tuk banggakan hatinya selama ini

Dialah wanita
yang selalu tersenyum
bagai bunga di hutan
yang terus mekar kuncupnya
walau api membakarnya.

Dialah wanita
pemikir luas lurus kedepan
bagai sungai bengawan
yang terus mengalir
sampai ke laut
walau sampah
dan bebatuan
merapat menghambat

Dialah wanita
adanya pelangi
dan hilangnya hujan
senyumnya mentari
dan tangisnya malam

Dialah wanita
penuh ide sejumlah bintang
dan hati seluas awan.
Dan aku musayka reviros
mencintaimu negriku.

SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
6 Komentar leave one →
  1. 06/02/2010 17:52

    boleh tanya kenapa negri dikiaskan dengan wanita? apa karena yang bikin puisi ini laki-laki ya…

  2. 06/02/2010 18:56

    selain karena yang menulisnya laki2.
    pemerintahnya juga kebanyakan laki
    bahkan andai kata pemimpinnya adalah perempuan
    maka tetap saja orang akan bilang indonesia yang cantik
    atau orang asing akan bilang indonesia is beatiful
    dan orang arab akan bilang indonesia jamilatun..

    entah kenapa semua memaknai negara dg sifat perempuan
    mungkin karena kemajemukannya yg mirip dengan wanita
    satu wanita memiliki banyak sifat.. tak seperti lelaki.

  3. darahbiroe permalink
    07/02/2010 12:04

    Dialah wanita
    yang selalu tersenyum
    bagai bunga di hutan
    yang terus mekar kuncupnya
    walau api membakarnya.

    gwe comot yng ini ya mas heheh

    berkunjung n ditunggu kunjungn balikna

  4. 16/02/2010 10:08

    kek nya seh, si penulis sedang rindu ma yang disana dan juga rindu pada Indonesia makanya menjadikan Indonesia seperti wanita wakakakakakakkk 😀

    • 16/02/2010 11:08

      eleh bisa aja apresiasinya.. owkeh silahkan terserah deh hehee

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: