Skip to content

Aku Sudah Dewasa?

23/01/2010
tags:

Lampu-lampu kota telah menyala
korek api tuk lentera tersulut didesa
Pemuda pemudi telah berhias
langit malam menyiapkan pesta
dengan zodiak bintang2
dan sinar manis terang bulan.

Angin seringkali menyelinap
membisikkan kehangatan dalam dingin
Muda mudi berpasangan entah kemana
remang-remang menjadi idaman

Kulihat bintang jauh diatas sana
tersenyum manis terhibur
bodi-bodi mulus menari diatas meja
Dan bulanpun ikut tertawa
bersama botol botol alkhohol
berbicara tentang cinta palsu
di tengah gelapnya malam

Reraba meraba
Tercium dicium
Rerasa merasa
Ternoda dinoda

Kelap kelip menghiasi kota
bukan bintang hanya mobil patroli
dan ambulan berlomba sirine
Banyak kecelakaan moral
dijalanan licin kota, malam ini
basah diguyuri hujan kemaksiatan

tetua masih tejaga
dan selalu bertanya darimana?
jawabanpun tak prnah berubah
AKU SUDAH DEWASA.

SABUDI “sastra budaya indonsia”
mari kita jaga bersama!

Iklan
20 Komentar leave one →
  1. darahbiroe permalink
    24/01/2010 11:50

    berkunjung n dimohon kunjungan baliknya makasih

    salam kenal

  2. 24/01/2010 14:43

    seperti lagunya Endang Soekamti hehehe
    nice

    • 24/01/2010 17:04

      wah lagunya endang soekamti?
      yang apa judulnya mas?
      terima kasih sudah mampir

  3. 24/01/2010 15:20

    kunjungan balik. hmm penggemar sastra ya…

    • 24/01/2010 17:05

      bukan penggemar
      tapi akulah sastra terima kasih telah berkunjung
      ada yg baru selalu disini..

  4. 25/01/2010 01:28

    puisinya mantab mas, kritikannya kena… salam kenal…

  5. 25/01/2010 04:45

    keremangan yang diidam-idamkan, hmmm
    sindiran yang keras Mas

    • 25/01/2010 08:04

      sudah sepantasnya pak..
      bukan hanya untuk muda mudinya..
      tp untuk ortunya yang hanya bisa bertanya DARIMANA?

  6. 25/01/2010 08:27

    Memang menjadi dewasa itu kadang menyakitkan…

  7. 25/01/2010 09:10

    Sebuah sindiran yg mengena…

  8. 27/01/2010 06:20

    tak ada yang berkata dewasa
    ketika masih buram melihat siksaNya
    dan terbuai dalam nafsunya
    karena dewasa bukanlah sekedar kata
    tapi bagaimana dia bisa
    menjalankan yang haq dengan haq
    dan batil dengan batil tanpa campur dengan haq
    bukan pula tentang usia
    maka renungi kembali itu dewasa?

    afwan ya mus, ga pernah komen…^^ tapi update ko liat puisi2 mus..

    • 27/01/2010 06:28

      yups..
      wah nie tausiyah puisi mus kali ini hehehe
      terima kasih mbak anty

      • 28/01/2010 07:54

        weleh…bukan tausyiah mus..hanya sedikit ingatan saja…^^
        sama-sama… oh iya bantuin kenalin rumah baru dong, masih bingung…hehe

      • 28/01/2010 08:26

        hehehehe jalan jalan aja pak!
        pasti ntar terkenal hehehe

  9. Athok permalink
    12/06/2010 17:19

    Oke bngt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: