Skip to content

tawa-tangis bergumal

17/01/2010
tags:

subuh menjelang pagi
lamunan hati berkelana
tatapan kosong memandang jauh
goresan fajar kian punah
menemani
tawa seragam tanpa harga diri
menemani
tangis baju lusuh yang tak berumah lagi

tawa dan tangis bergumal
seperti debu2 dari reruntuhan rumah bambu
bergumal dengan nafas senggal
bercampur terik panas matahari
tiada lagi kata saudara!
debu tak mengenal lagi arti kehidupan

lusuh merakyat
bersih merajalela

Iklan
6 Komentar leave one →
  1. 17/01/2010 09:05

    wah Mus makin hebat bahasa sastra nya, Larass kurang ngerti pemaknaannya 🙂

    • 17/01/2010 09:17

      walah brati ga hebat itu namanya mbak!
      kalau ga bisa dipahami hehehe

  2. 17/01/2010 13:36

    Halah merendah lagi, emang susah memuji anak satu ini. Pokoknya intinya otak ku dangkal utk memahami bahasa sastra. TITIK 😀

    Hmmm knpa disini gak pakai SABUDI? Kangen jg ma kata itu 🙂

  3. 18/01/2010 01:54

    Good Boy!! Kenapa gak pakai SABUDI?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: