Skip to content

norma

11/01/2010
tags: ,

Hey kawan aku ingin bercerita
tentang norma.
Apa kau tau norma?
kuyakin kau pasti tak tau norma

Norma adalah dia
yang buat kau berperang
antar umat beragama
Saling melecehkan antara kau dan mereka
membunuh membabi buta
Saling bentak seperti binatang
antara kecil tua dan muda
Semua! karena kau tinggalkan norma

Hey muda mudi
Apa kau mengenali norma?
kuyakin kau tak kenal.

norma adalah dia
yang telah buatmu bersenggama
bebas laki-laki dan wanita
Berciuman dijalanan kota
ditengah lalu lalang bis kota
Semuanya karena kita tak mengenali norma.

Sekarang aku bertanya
Padamu para bapak kepala rumah tangga
Ibu-ibu PKK dan dharma wanita
Apa kalian tau norma?
kuyakin tak banyak yang tahu

Norma adalah dia
yang buat KDRT dalam keluarga
Muak tuk bertatap muka
saling mengkambing hitamkan manusia
Berkata mencibir tidak pada tempatnya
angkat senjata tanpa musyawarah
Semuanya karena kalian lupa norma

Ya Norma dan norma
yang slalu ingin kita saling menghormati
dialah norma
yang slalu ingin melihat kerukunan
dan itulah norma
yang tak ingin ada pelecehan dan aborsi

aku bertanya pada kita
apa kita mengenal norma?

jawablah dg apa yang kita punya

Iklan
13 Komentar leave one →
  1. 12/01/2010 09:20

    aku tak bisa jawab apa-apa karena aku tak punya apa-apa

    • 12/01/2010 09:30

      mbak punya hati punya pikiran dan punya tubuh, dan gunakanlah sebaik mungkin dan semanfaat mungkin tuk mensyukuri pemberian Allah

  2. 12/01/2010 09:43

    selama aku hidup, aku selalu bersyukur Pak. Alhamdulillah 🙂

    aku ingin nanya, rada nyimpang dari norma. Apa perbedaan OL DI MP DAN DI WP??

    • 12/01/2010 14:15

      di MP mus ga bisa diem muter aja kemana-mana. nah kalau disini mus bisa nulis kapan aja. semau mus. kl capek ywdh off diteruskan besok . kl di MP lihat inbox jadi pengen mbaca2 dan terus membaca!

  3. 12/01/2010 17:46

    hmmm bisa di toleransi alasannya kenapa berhenti ngempi tapi bukankah dengan membaca kita akan semakin kaya kata?? kalau soal inbok seharusnya kita bisa ngerem 🙂

    tapi pilihanmu adalah pilihanmu. KEEP WRITING MUSAYKA!! karena aku termasuk yang menyukai tulisanmu dan kurasa gak cuma aku saja 🙂

    • 12/01/2010 18:06

      benar membaca membuat kita semakin kaya kata! dan mus terlalu sombong mencari kata-kata itu pada diri mus sendiri hehehehe

      bukan mus tak mencintai MP tapi mus terlalu mencintainya..

      terima kasih sudah suka pada tulisan2 mus, semua hanya coretan tak berarti sebelum mati

  4. 13/01/2010 01:06

    jangan pernah lagi bilang TAK BERARTI tapi bersyukurlah karena Mus diberi kelebihan….tidak semua bisa seperti Mus loh, kadang aku ajah iri je ma Mus, masih muda tapi dah hebat. ayo teruskan perjuanganmu NAK…..KAU PASTI BISA!!! NEGARA SEDANG BUTUH ORANG2 SEPERTI MUS, kau tahulah Indonesia sedang kacau dan sedang butuh orang2 muda yang hebat

    • 13/01/2010 02:30

      mengapa mus tulis “hanya coretan tak berarti sebelum mati” hampir sama artinya dg yang ditulis chairil anwar “sekali berarti lalu mati”

  5. 13/01/2010 09:38

    Haha aku belum mencapai bahasa sastra setinggi Mus. Aku hanya anak ingusan yang ingin belajar dan belajar kata

  6. 13/01/2010 13:00

    hehehe orang pintar itu bodoh
    dan orang bodoh itu tidak pintar

  7. 14/01/2010 07:22

    orang pintar itu selalu merendah [ Mus bener ]
    orang bodoh selalu merasa tinggi [ Larass bener yah….??? ]

    😀

    • 14/01/2010 09:54

      orang pintar itu akan selalu merasa bodoh
      dan orang bodoh itu belum tentu pintar!

  8. 15/01/2010 03:43

    orang pintar minum tolak angin
    nah kalau orang bodoh, minumnya apa???

    😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: