Skip to content

rindu mengkalbu

03/01/2010
tags: ,

Kulihat titik pandang paling jauh
kuharap ada sebuah wajah
yg bisa ku temu dan ku rindu

Dan ku hanya temukan cahayamu
cahaya yg bersinar terang
terang dan terang buatku tenang
hingga ku pejamkan mata sejenak.

Kuharap kau menghampiriku dan ku peluk
namun saat ku buka mata ini
kau perlahan redup kembali
ku menyesal memejamkan mata.
dan hanya berharap tanpa makna

Kini aku pada cahayamu rindu
ya rindu yang sungguh mengqolbu

Kunantikan kau disetiap waktuku
berharap kau mau menghampiriku

Dan aku kan buka mata
dan takkan ku lepas kau selamanya.

Oct 16, ’08

Iklan
8 Komentar leave one →
  1. 13/01/2010 01:33

    huuuuhhhhh……..selalu menghembuskan nafas berat selepas baca tulisan Mus 😀

  2. 13/01/2010 09:52

    Bisalah krn bacanya jg pakai hati gak cuman pakai otak saja trus jg pakai kening yg dikerutkan jd nafasnya ketahan. Barulah lega setelah selesai membaca 🙂

  3. 14/01/2010 07:27

    gimana wajah Mus kalau lagi marah yah???

    hehhehe….bersyukurlah perempuan yang memiliki Mus kelak, dalam amarah pun puisi yang ada adalah rindu bukan benci 🙂

    • 14/01/2010 09:56

      halah.. kbetulan aja mbak..
      kl mus marah wah hutan jadi kota hehehe

  4. 15/01/2010 03:46

    huahahaha bahaya dong kalau marah, bisa2 hutan nya habis karena jadi gedung2 bertingkat semua. Konglomerat bener……

    • 15/01/2010 04:01

      hahahaha. maksutnya adalah rusak.
      bila hutan tlah menjadi kota.. yg ada hanya kehancuran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: