Skip to content

cita dan mimpi anak rimba

02/01/2010
tags:

Kemana merangkak? bila terus terpuruk dibalik gubuk
Gubuk reot yang menemani bermain parit.
Tak ada mata elang yang terbang di alang-alang
Menerawang yang terbaring busung.
Mungkin hanya sesekali burung camar hinggap lalu kabur.
Dengan beralaskan daun tidurpun nyenyak
Walau harus bermain dan bernyanyi dengan para nyamuk.
Pagi hari berlari mengejar mimpi
Menerobos embun membelah hutan dan mengarungi sungai.
Setelah berdiri di alam mimpi
Dibaca semua yang ada diluar alam ini,
Lalu duduk bermain bersama menghibur hati
Ditemani genting berjatuhan membuat nada setiap hari.
Sengat matahari sebagai pengingat waktu untuk pulang
Dan diciumlah tangan malaikat yang seorang
Seorang menjaga alam mimpi dan mengajari berkembang.
Kembali arungi sungai dan membelah hutan
Sebelum matahari berubah menjadi kegelapan.
Duduk mengulang kata perkata yang didapat
Agar tak lupa akan cita-cita dan mimpi-mimpi.
Cita-cita mengharumkan nama ibu diseantero dunia.
Dan mimpi-mimpi mulia sang anak rimba
yang ditemani kesetian lilin, setiap malam tiba.

Feb 18, ’08

Iklan
No comments yet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: