Lanjut ke konten

Andai ZenBook 13 UX331UAL Jadi Milikku

30/09/2018
tags:

     Perkenalkan saya Mus seorang teman pembelajar tingkat SMP yang suka bertraveling di pemikiran siapa saja yang mejadi teman belajar saya. Kerjaan saya berpindah pindah tempat tiap 2x40menit dari ruang satu ke ruang berikutnya, atau bahkan dari lantai satu ke lantai tiga dengan menaiki anak tangga yang tak pernah saya hitung. Itu semua saya lakukan untuk menularkan bahkan mempengaruhi mereka yang menjadi teman belajar saya untuk menjadi generasi pengagas masa depan yang keren.

     Menjadi teman pembelajar mungkin suatu pekerjaan yang menyenangkan dan melelahkan. Senang dikala berhasil menyampaikan suatu yang kita inginkan, menyenangkan pula ketika melihat mereka sukses di masa depan dengan apa yang telah kita pelajari bersama di kelas. Melelahkan dikala harus dikejar deadline PROTA, PROMES, Silabus dan RPP dll, tiap bulannya. Belum lagi harus membuat ratusan soal untuk ulangan harian, tugas dan penilaian tengah dan akhir semester. Byuhh rasanya lelah tapi itulah sebuah kewajiban dan profesionalitas bagi seorang guru.

     Zaman sekarang menjadi teman pembelajar seperti saya tak lagi hanya berbekal kapur dan penghapus kain, atau spidol dan papannya saja. Sekarang di zaman moderen ini dibutuhkan pula bekal perang yang canggih bernama laptop. Ya laptop; mesin yang mampu meringkas buku buku pembelajaran yang tebal menjadi satu file saja, yang mampu membuat ilustrai pembelajaran lebih nyata dan nyaman dilihat. laptop yang bisa mempermudah kinerja seorang guru menjadi lebih ringan, dari yang dahulunya harus kesana kemari membawa modul dan angkat tumpukan berkas bila ada akreditasi sekolah. Kini semua itu menjadi mudah dengan adanya laptop. Apalagi kalau laptopnya ASUS ZenBook 13 UX331UAL, dijamin semakin mempermudah dan sangat membantu kinerja seorang guru atau teman pembelajar.

ASUS Zenbook UX331UAL (1)ASUS Zenbook UX331UAL (5) ASUS Zenbook UX331UAL (4)

 

     Mungkin bagi seorang traveler sungguh sangat istimewa bila bisa duduk santai dengan memandang pemandangan alam yang indah dan arsitektur bangunan yang nyentrik. Apalagi bila bisa mengetikkan kata kata di laptop mereka dengan ditemani alam raya seisinya yang begitu mempesona dan menakjubkan. Namun bagi saya yang juga rindu menjelajah alam raya, kegitan menulis kata kata untuk dibaca generasi penerus bangsa ini juga begitu istimewa. Merangkai dan mendaur ulang bahan pembelajaran dengan menambahkan foto foto dan video tuk dipelajari dan dipahami mereka, ah tak bisa saya bayangkan betapa senangnya saya bila mereka yang berbeda daerah bisa memahami pelajaran yang saya sampaikan melalui monitor LCD yang kabelnya tertancap pada layar laptop asus saya.

     Aasus 2sus adalah brand laptop yang pertama kali saya beli dan pakai untuk menemani saya ketika sedang menjadi mahasiswa di Saudi Arabia. Kekuatannya jangan pernah ditanyakan, laptop asus saya ini walau baterainya sudah soak karena faktor umur, ia tetap masih bandel menemani saya mengerjakan segala hal. Ia juga menjadi tempat istri saya melihat drama korea tiap malam (hehe). Namun alangkah bahagianya “andai saya bisa memiliki ASUS ZenBook 13 UX331UAL” karena laptop seri ini tampilannya begitu lembut, dan ditambah lagi ASUS ZenBook 13 UX331UAL ini telah lolos pengujian berat standar daya tahan military-grade MIL-STD 810G.

     Saat pertama kali melihat ASUS ZenBook 13 UX331UAL milik teman dan menyentuhnya, saya langsung jatuh hati dan dalam benak saya bergumam “Ini laptop yang saya imajinasikan dahulu ketika saya ngelamun di toko IT”. Bodinya yang hanya setebal 13,9 milimeter begitu memikat, belum lagi beratnya yang hanya 985 gram membuat ia sangat sempurna.

mus 2

Rebutan Laptop ASUS antara Bapak dan Anak

     Dibandingkan laptop asus saya yang sering saya buat rebutan dengan anak saya, ZenBook 13 UX331UAL ini sangat tangguh karena konstruksinya yang berbasis magnesium alloy. Belum lagi ia lolos dari uji daya tahan beroperasi dalam berbagai kondisi. Pantas bila ZenBook 13 UX331UAL memiliki standar military-grade MIL-STD 810G, karena andaikata ia terjatuh, terinjak dan terlindas mobil sekaligus ia tetap kuat dan nyala pastinya. Kalah ini buku skripsi (hehe).

     Ingin rasanya saya segera memiliki ZenBook 13 UX331UAL yang super tipis dan sangat ringan ini untuk membantu kinerja saya sebagai seorang teman pembelajar yang suka berpindah pindah tempat dengan membawa laptop tiap hari, belum lagi kalau ada kegiatan PLPG diluar kota yang memaksa tas punggung saya bisa membawa segalanya. Selain itu ZenBook 13 UX331UAL juga saya pastikan sangat berteman dengan saya karena ia dirancang untuk memiliki gaya hidup non-stop dengan baterai lithium-polymer 50Wh. Sungguh laptop yang bakal sangat membantu ketika mati lampu (hehe).

 

2AC2B66DA_134542_b

     Bagi saya yang juga tidak suka keleletan dalam mengerjakan tugas, laptop ZenBook 13 UX331UAL menjawab amarah saya dengan Prosesor Intel® Core™ i5 Generasi ke-8 yang supercepat, RAM 8GB, dan SSD 256GB PCIe®. Mesin ini memungkinkan saya untuk menyelesaikan seluruh tugas dengan mudah, tanpa harus disela sambil minum teh dan makan gorengan. Apalagi System audio Harman Kardon-nya, rasanya juga bisa memberikan saya dan istri kebahagian tersendiri ketika mendengarkan musik dan melihat drama korea.

     Soal soal ujian dan perangkat pembelajaran yang tak terkira jumlah katanya pasti akan terselesaikan dengan cepat dan nyaman, karena ZenBook 13 UX331UAL dilengkapi dengan keyboard backlit ukuran penuh dan desain yang kokoh, sehingga bisa membuat saya mengetik dalam segala kondisi pencahayaan, belum lagi jarak penekanan tombol keyboardnya yang 1,4 mm pasti mampu mengoptimalkan saya untuk bisa mengetik dengan cepat dan nyaman.

     Dan ada satu lagi yang sangat penting dan berharga dari ASUS ZenBook 13 UX331UAL untuk saya yang sering lupa menaruh barang, yaitu cara aksesnya. ASUS ZenBook 13 UX331UAL menanamkan sensor sidik jari yang ada di touchpad dan Windows Hello. Jadi saya tidak perlu lagi takut laptop saya ditemu orang lain, atau bahkan dibuka buka tanpa izin, karena ia akan tetap terkunci tanpa sentuhan jari saya. Mantabs kan??

     Tapi sayangnya laptop ASUS ZenBook 13 UX331UAL kali ini, hanya bisa saya masukkan dalam draft impian dan imajinasi saya, karena bagi seorang teman pembelajar (Bukan Guru PNS dan Honorer hanya seorang Guru Bantu) seperti saya ini, menyisihkan uang sebesar 14.799.000 hanyalah impian yang memakan waktu, hehehe. Tapi tidak mengapa, barangkali kalian yang membaca tulisan ini dan mempunyai dana lebih. Saya rekomendasikan laptop ASUS ZenBook 13 UX331UAL ini, karena ia Super tipis, ringan, stylish, tapi KUAT banget!

Oke terima kasih telah membaca tulisan seorang teman pembelajar ini, semoga bermanfaat.

Tulisan ini saya buat untuk mengikuti lomba dari Kak Riens

Iklan

Sembelit

15/03/2018

Semuanya memberi masukan
dan yang mendengar harus menelan
mentah mentah tak boleh termuntahkan

Diam tak boleh berkutik
walau terus diusik gelitik
dan otak tercabik cabik

Dibodohi intelektual
Dimiskinkan yudisial
Dan jadilah masyarakat marginal

Semua tumpah ruah
menumpuk melimpah
menjadi begah
dan musnah

Dibawah Sinar Rembulan

20/05/2017

Dibawah sinar rembulan
carut marut berlabuh pada kegelapan

Dibawah sinar rembulan
tangis tawa terngiang diantara pepohonan

Dibawah sinar rembulan
corat coret kehidupan terarsir di angan

Dibawah sinar rembulan
jerit dan bisik memekik tak sepadan

Dibawah sinar rembulan
doa dan serapah memecah kesunyian

Dan dibawah sinar rembulan
Aku, Kau dan Dia berbeda memilih jalan

Berjihadlah

23/12/2016
tags:

Berjihadlah, ya berjihadlah jangan pernah ragu
berjihadlah sampai darahmu bercampur tanah
Berjihadlah sampai tulangmu terpisah
Berjihadlah dan jangan pernah malu

Surga menyapamu
Nabi menantimu
Allah mencintamu

Jihad tak mengenal usia
Jihad tak peduli arah
Jihad tak kenal lelah
Jihad tak melihat siapa

Semua harus berjihad
Musnahkan kejahilan
Leburkan kebathilan
Hancurkan kejahatan
Hanya dengan jihad

Berjihadlah sedari lahir sampai akhir
untuk ilmu yang terus kan mengalir
Jangan gentar dituduh teror
karena jihad bukan teror
Hanya otak bodoh dan kotor
yang berujar jihad itu teror
Berjihadlah sampai tetes darah terakhir
biar tak dibodohi kaum kaum yang kikir

RaSaRa

23/12/2016
tags:

Apa yang dirasa, tak terasa
Kucoba merasa, ku mati rasa
Rasa rasanya, tak ada rasa
hingga rasa berakhir sara

Dimana para perasa?
yang seharusnya mendamaikan sara
menjadi rasa

Kemana yang merasa?
yang seharusnya merasa
bukan mensara

Oh Tuhan segala rasa
Benamkan sara tumbuhkan rasa
Karena rasa, menuai nikmat
dan sara menuang mayat.

Antipati Moral

31/08/2016
tags:

Mata sayuku menegaskan diri, berjejal
ditengah kerumunan antipati moral
Kulihat malu terjemur
tergeletak; menjamur
Urban menanggalkan
beribu makna pakaian

Celana peninggi kaki
Baju penutup puting asi
terpamer disetiap sudut kota
Laris; terjual oleh gaya

Diujung pedalaman
mulai mengenal pakaian
Dan ditengah peradaban
pakaian tak lagi dikenakan.

Hutan jadi kota
Kota jadi hutan
hutan kota tempat wisata
muda mudi yang tak kenal cinta.

Diatas Kasur

25/05/2016
tags:

Diatas kasur
Tempatnya melepas lelah, berbagi keluh kesah
dan menyulam desah desah

Banyak kata disana, tak dimengerti maknanya
Bahkan sejuta masalah, tiba tiba saja sirna

Disana! Diatas kasur
Opini dan berita tersadur
Susah senang mendengkur, bersama tubuh tubuh terbujur

Cinta dan Benci, setebal selimut
yang kadang perlu dicuci, agar lembut tak kusut

Disana; Diatas kasur
Ada banyak cerita, yang datang begitu saja
Tanpa perlu kita atur.