Sahabat
Aku tak pernah tau apa yang ada dihatimu
Akupun tak pernah mengerti apa didalam pikirmu
Yang kutahu dan takkan pernah terlupa hanyalah satu
KehendakNYA yang mengantarku padamu
Saat kau marah bagaikan api
Akupun mendidih bak sepanci air yang terjerang
Inginku kembali mencercamu sepuas hati
Namun Maha BesarNya, jadikanku karenamu air yang matang
Kala kau diam tak bicara
Menggelapkan asa dan rasa
Aku seakan tertikam anak panah
Dunia seakan mati
Dan hanya aku yang tersisa ditengah sepi
Tapi kasihNYA buatku kembali padamu menyatukan hati
Tak banyak yang tahu
Bila kau kecewa bagaikan belati
Menusuk semua tanpa mata hati
Dan aku adalah bidak mata pisaumu
Aku sering terluka olehmu
Namun kuasaNYA mengobati lukaku
Dengan canda dan tawa darimu yang berarti
Sahabat, aku tau
Kau tak selamanya kan jadi api
Ataupun es yang membeku
Adakalanya api menjadi abu
Pada waktunya es mencair rapi
Dan aku karena hadirmu.

















