Langsung ke isi

Sahabat

24/02/2012
tags:

Aku tak pernah tau apa yang ada dihatimu
Akupun tak pernah mengerti apa didalam pikirmu
Yang kutahu dan takkan pernah terlupa hanyalah satu
KehendakNYA yang mengantarku padamu

Saat kau marah bagaikan api
Akupun mendidih bak sepanci air yang terjerang
Inginku kembali mencercamu sepuas hati
Namun Maha BesarNya, jadikanku karenamu air yang matang

Kala kau diam tak bicara
Menggelapkan asa dan rasa
Aku seakan tertikam anak panah
Dunia seakan mati
Dan hanya aku yang tersisa ditengah sepi
Tapi kasihNYA buatku kembali padamu menyatukan hati

Tak banyak yang tahu
Bila kau kecewa bagaikan belati
Menusuk semua tanpa mata hati
Dan aku adalah bidak mata pisaumu
Aku sering terluka olehmu
Namun kuasaNYA mengobati lukaku
Dengan canda dan tawa darimu yang berarti

Sahabat, aku tau
Kau tak selamanya kan jadi api
Ataupun es yang membeku
Adakalanya api menjadi abu
Pada waktunya es mencair rapi
Dan aku karena hadirmu.

No comments yet

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s