Hitam Putih
Saat semua cahaya pergi menjauh
kau hanya diam
merenungi apa yang terjadi.
Di bumiNya yang luas
kau menghitam tegas
berdiri sendiri
menghapus luka-luka lebam
mengobati semua rasa gelisah.
Kau tak lagi mebutuhkan warna
yang memeta-metakan dunia
jadi muda, tua, kaya ataupun gila
Kau lebih memilih sendiri
menginspirasi warna warni
tuk jadi dirinya sendiri
Luka luka lama
cemooh di esok hari
Kau tak pernah peduli
Tawa-tawa bahagia
senyuman disetiap pagi
Tak pernah buatmu iri
Kau adalah kau
yang tak pernah mati
dimanapun berada
Kau adalah kau
yang selalu mandiri
seperti putih yang sederhana
Ya, putih yang sering terlihat
dibalik dirimu yang mempesona
Ia sama sepertimu
walau semua cahaya mengahampirinya
Ia tetap jadi dirinya.
Dia juga bukan warna
ia netral, tak berpihak pada siapa
karena dunia baginya semu.
Ia selalu menemanimu dimana saja
karena kau dan dia, terikat
Banyak yang terkecoh olehnya
karena ia dipakai semena-mena
dengan dalih perdamaian dunia
Ia sering terlukai
namun tetap ia berdiri
melawannya dengan hati
Merah hijau dan biru
menimpanya setiap hari
meng-hara huru
penuh dengan emosi
Namun putih tak pernah layu
menumbuhkan rasa harmoni.
Ia tetap menjadi dia
yang takkan pernah mati
sama sepertimu.
Ia adalah dia
yang punya banyak mimpi
tuk menyemangatimu.
Hitam dan putih
kan tetap abadi
menjadi sahabat sejati,
menemani warna warni
di bumi yang mulai ringkih.

















jalani dengan rasa iklas di hati…
salam kenal
tika hitam putih bertemu
lahirlah warna kelabu
maka terciptalah anarki baru
memperbudakkan yang tidak tahu …
mantap puisinya
sungguh…