Setiap hari, saat sore hari
Seperti bunga
yang mekar dikala pagi tiba
dulu; aku selalu menunggu
Sang putik mekar jadi bunga merayuku
Setiap hari
setiap pagi
Namun saat aku mulai malu
aku bisu, lalu menjauh
dari gemerlap langit biru
Dan aku; diam terpaku
di dinding dinding malam yang beku
menyiksaku bertalu-talu
Aku tak terbuang, memang.
aku hanya sedang menghilang
mencoba melempar angan-angan belang
menjadi bintang bintang
yang kan kupetik saat sore mulai menjelang
Hujan deras karena angin
dan arus deras karena hujan
sedikit demi sedikit sampah hitam mulai tergerus
lalu lenyap membekaskan limbah limbah halus
Kembali aku pada putik
yang kan layu saat matahari mulai terik
dan angin sedang berbisiik
Menumbangkan ia jatuh terbalik
Kini aku ingin berpesan pada siapa saja
esok; dikala matamu mulai terjaga
dan melihat putik mulai berbunga
janganlah kau ragu tuk memetiknya
karena ia kan jadi sampah
dikala hari mulai senja.

















